Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini menciptakan perhatian dengan menginformasikan adanya modus penipuan yang mendompleng program pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam skema ini, oknum yang tidak bertanggung jawab menghubungi calon mitra dengan menawarkan jaminan percepatan pembukaan SPPG, disertai sejumlah permintaan uang untuk membawa nota dinas verifikasi dan validasi.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menekankan bahwa penawaran tersebut adalah penipuan yang sepatutnya diwaspadai oleh masyarakat. “Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran identitas pihak yang menghubungi serta informasi yang disampaikan,” ujar Tysa dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu (10/10).
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap tindakan yang berhubungan dengan BGN, terutama jika terdapat permintaan pembayaran yang tidak jelas. “Kewaspadaan dari masyarakat menjadi penting untuk menanggulangi penyalahgunaan nama institusi pemerintah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambah Tysa.
Dia juga menekankan bahwa informasi yang diterima melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial dan pesan pribadi, harus diteliti dengan saksama sebelum diambil tindakan lebih lanjut. Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, perbuatan yang mencatut nama BGN untuk memperoleh keuntungan pribadi, khususnya jika disertai permintaan uang, merupakan pelanggaran hukum. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak memenuhi permintaan tersebut secara terburu-buru dan segera melakukan verifikasi melalui kanal resmi BGN,” ungkap Hidayati.
Hidayati mengingatkan agar masyarakat menyimpan bukti-bukti komunikasi dengan oknum penipuan, seperti screenshot pesan, identitas penghubung, serta dokumen yang ditunjukkan. Ini sangat penting dalam mendukung pelaporan yang lebih lanjut kepada pihak berwenang.
Dia mencatat, aksi penipuan dengan memanfaatkan nama institusi resmi seperti BGN tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng reputasi lembaga pemerintah. “Langkah ini penting agar dugaan penyalahgunaan dapat ditangani sesuai peraturan yang berlaku, dan kami mengimbau publik untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Jika masyarakat menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan BGN, mereka disarankan untuk melaporkannya melalui berbagai saluran, termasuk call center resmi BGN di SAGI 127, SP4N-LAPOR! BGN, atau melalui Pusat Pelayanan Terpadu.
Dalam situasi ini, penguatan peran aktif masyarakat sangat penting. BGN terus berupaya untuk memberantas praktik penipuan yang merugikan ini, dan mendorong masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi dengan tidak ragu melapor jika mereka menghadapi situasi mencurigakan.
