Jakarta – PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang dimiliki Andi Syamsudin Arsyad, atau lebih dikenal sebagai Haji Isam, mengonfirmasi terkait tindakan tiga pemegang saham utamanya, yaitu PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), dan PT Citra Agro Raya (CAR), yang telah menggadaikan seluruh kepemilikan saham PGUN sebanyak 100 persen kepada PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 30 September lalu. Pengumuman ini mencuat dalam konteks keterbukaan informasi yang dipublikasikan kepada Bursa Efek Indonesia.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Direktur PGUN, Tamlikho menyebutkan bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai tindakan tersebut. “Kami tidak terlibat penuh dalam proses pembicaraan atau negosiasi terkait fasilitas kredit yang dilakukan dengan Bank Mandiri. Proses tersebut sepenuhnya ditangani oleh perusahaan afiliasi kami, PT Jhonlin Baratama,” ungkap Tamlikho dalam keterangan resmi.
Lebih lanjut, Tamlikho menjelaskan bahwa hubungan antara CAR dan AAL dengan PT Jhonlin Baratama terjalin melalui Jhony Saputra, anak Haji Isam, yang juga merupakan pemegang saham di kedua perusahaan tersebut dan menjabat sebagai komisaris di PT Jhonlin Baratama. Meski demikian, PGUN tidak memberikan jaminan perusahaan atau dukungan lainnya terkait fasilitas kredit ini.
“Sering kali, orang mengasumsikan bahwa afiliasi kami berfungsi sebagai jaminan. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak ada aliran dana dari fasilitas kredit ini yang akan mengalir ke Perseroan,” tegasnya. “Kami tidak menerima dana dari kegiatan penggadaian saham tersebut, baik dalam bentuk pinjaman pemegang saham, penyetoran modal, atau pembiayaan rencana usaha.”
Dalam keterbukaan informasi tersebut, juga diungkapkan bahwa pada 30 September lalu, saham AAL yang digadaikan mencapai 2.205.667.896 lembar, sementara CAR menggadaikan 2.194.778.786 lembar saham, dan BCMP sebanyak 900.000.250 lembar saham. Dengan total keseluruhan, ketiga entitas afiliasi Haji Isam tersebut menggadaikan sekitar 5,29 miliar lembar saham PGUN.
Aksi ini pun mengemuka sebelum Haji Isam melakukan pembelian saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui PT Jhonlin Baratama, yang berakhir pada 7 Oktober lalu. Keputusan ini menunjukkan dinamika di pasar saham yang perlu diperhatikan oleh investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Sebagai catatan, pihak manajemen PGUN menyatakan ketidaktahuan mereka mengenai rincian lebih lanjut mengenai fasilitas kredit yang diterima oleh PT Jhonlin Baratama dari Bank Mandiri. “Hal ini sepenuhnya berada di luar penguasaan kami,” tambah Tamlikho.
Demikian laporan ini disampaikan sebagai informasi mengenai perkembangan terbaru dari PGUN yang menjadi sorotan publik, terutama bagi mereka yang tertarik pada dinamika bisnis di sektor ini. Sumber informasi lebih lanjut dapat dicari melalui Bursa Efek Indonesia atau laporan resmi lainnya yang terkait.
