David Chung Sukses Perluas Inisiatif Biochar Bersama Petani Kelapa Sawit

Lampung – David Nathaniel Chung, seorang siswa dari Jakarta Intercultural School (JIS) yang juga merupakan pendiri IndoChar, telah memulai langkah baru dalam proyek pengolahan limbah pertanian dan perkebunan menjadi biochar dengan menjalin kerjasama dengan petani kelapa sawit swadaya di Lampung. Kolaborasi ini secara resmi dimulai pada 5 Oktober 2026, sebagai bagian dari program komunitas yang lebih besar yang melibatkan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan koperasi di bawah naungannya.

Seperti dikutip dari sumber yang terpercaya, inisiatif ini memanfaatkan limbah dari kebun kelapa sawit, termasuk pelepah daun dan tandan kosong, untuk menghasilkan biochar. Langkah ini menandai ekspansi IndoChar ke sektor perkebunan sawit setelah sebelumnya mereka sukses meluncurkan proyek di Desa Kepayang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada Juni 2026.

Konsep IndoChar muncul ketika Chung menjalani magang di perusahaan konservasi Forest Carbon pada tahun 2025. Saat itu, ia yang baru berusia 15 tahun, menyaksikan langsung praktik pembakaran limbah biomassa di beberapa desa di Sumatera Selatan. Hal inilah yang menggerakkan hatinya untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan.

Inisiatif ini mendapatkan dukungan dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), sejalan dengan komitmen mereka untuk mencapai ekonomi yang lebih ramah lingkungan serta memberdayakan generasi muda dengan solusi konkret untuk perubahan iklim.

Permulaan kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada tanggal 22 Agustus 2026 antara IndoChar dan SPKS di Bogor. Dalam nota tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan proyek berbasis komunitas yang fokus pada pemanfaatan limbah dari perkebunan. Dalam kesempatan itu, Chung menyatakan, “Bagi kami, kolaborasi ini bukan hanya tentang biochar, tetapi bagaimana sebuah solusi dapat dikembangkan bersama komunitas dan benar-benar relevan dengan kondisi mereka.”

Langkah lanjutan diambil pada 25 September 2026 ketika Chung diundang oleh SPKS untuk mempresentasikan inisiatif IndoChar dalam Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta. Dalam forum tersebut, Ketua Umum SPKS, Sabarudin Sabar, merekomendasikan Lampung sebagai lokasi awal untuk pelaksanaan proyek tersebut. Sabarudin menekankan pentingnya inisiatif ini tidak hanya untuk mengurangi limbah, tetapi juga untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan meningkatkan kehidupan petani.

Pendekatan yang diambil David N. Chung diperhitungkan dapat membantu petani, termasuk mereka yang berada di daerah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses listrik. Dengan menggunakan biochar dalam pemupukan, diharapkan efisiensi pemupukan akan meningkat, membantu menjaga unsur hara dalam tanah.

Y. Bambang Wijonarko, Ketua SPKS Lampung, mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya Chung, menilai dia serius mempelajari kebutuhan dan tantangan yang dihadapi petani setempat. “Dia tidak hanya menjalankan teori, tetapi juga berusaha memahami kondisi nyata yang dihadapi petani,” katanya.

Setelah kesuksesan di Lampung, IndoChar berencana memperluas implementasinya ke koperasi lain di bawah SPKS, dengan target ekspansi ke tiga hingga lima lokasi baru di seluruh Indonesia dalam waktu setahun. Chung menegaskan, “Kemajuan yang kami capai sangat menggembirakan, dan kami berharap dapat segera melanjutkan ke lokasi-lokasi lainnya.”

Bagi Chung, keberhasilan di Lampung bukanlah akhir dari perjalanan ini. Sebaliknya, ini adalah awal dari langkah untuk mengubah gagasan menjadi aksi nyata, melibatkan berbagai kolaborasi dan komunitas dalam upaya berkelanjutan untuk memanfaatkan limbah pertanian dengan cara yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with