Proyeksi IHSG Melemah: Analisis Teknikal dan Rekomendasi Saham Unggulan

Jakarta – Proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada perdagangan hari ini, Jumat (25/9). Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG akan mengalami koreksi jangka pendek sebelum berupaya untuk melanjutkan penguatan.

Herditya menjelaskan, “Posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian wave a dari wave (x), sehingga akan menguji area 6.208-6.258. Sementara itu, area penguatan terdekat berada di 6.322-6.344.” Dalam riset hariannya, Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak di dalam rentang support pada level 6.267 dan 6.108, serta resistance di level 6.440 dan 6.535 untuk hari ini. Dia juga merekomendasikan sejumlah saham untuk diperhatikan, antara lain INCO, MDKA, SSIA, dan TAPG.

Terpisah, Analis dari Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga mencatat adanya tekanan jual yang membayangi pergerakan indeks saham di pasar. Menurutnya, IHSG gagal menembus resistance di level 6.423 dan ditutup mendekati level support di angka 6.290. “Kegagalan menembus 6.423 meningkatkan risiko IHSG melanjutkan tren turun untuk menguji support Fibonacci berikutnya di level 6.159,” ungkap Ivan.

Prediksi Ivan menunjukkan IHSG akan bergerak di level support 6.159, 6.015, dan 5.850, sedangkan resistance berada di tingkatan 6.423, 6.552, dan 6.712 pada hari ini. Ia juga merekomendasikan beberapa saham, di antaranya AADI, JPFA, MDKA, MEDC, dan PGAS untuk dilihat oleh investor.

Pada penutupan perdagangan kemarin, 24 September, IHSG berada pada posisi 6.298, tercatat mengalami penurunan 76,30 poin atau setara dengan minus 1,20 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Dalam transaksi yang dicatat menurut data dari RTI Infokom, total nilai transaksi mencapai Rp11,22 triliun dengan volume perdagangan saham sebanyak 29,31 miliar lembar.

Di sisi lain, sejauh ini terdapat 188 saham mengalami penguatan, sementara 462 saham terkoreksi dan 144 lainnya stagnan. Tren ini menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa saham yang meningkat, dominasi tekanan jual menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati dalam menghadapi pergerakan pasar saat ini.

Perlu dicatat bahwa informasi ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu; semua keputusan investasi harus didasarkan pada pertimbangan masing-masing individu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with