Pengusaha Didorong Turun Tangan Atasi Karhutla di Kalimantan

Kalimantan Tengah – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengajak para pengusaha di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk berpartisipasi dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam pernyataannya, Hanif menekankan bahwa keterlibatan para pengusaha sangat penting dan seharusnya dianggap sebagai panggilan untuk berkontribusi bagi bangsa.

“Sebagai panggilan anak bangsa, panggilan kepada kita semua pada kesempatan hari ini, saya ingin mengetuk kita semua untuk berempati di tengah-tengah upaya kita menangani karhutla di lokasi konsesi masing-masing,” ungkap Hanif dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang berlangsung di Jakarta Barat pada Kamis, 15 Oktober.

Dalam diskusinya, Hanif mendorong perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya lebih untuk memberikan kontribusi nyata dalam penanganan kebakaran di sekitar area operasional mereka. “Alangkah baiknya, alangkah sejuknya, bilamana kemudian dunia usaha yang memiliki kapasitas lebih secara ekonomi dibandingkan masyarakat biasa turut berempati, berkontribusi, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” imbuhnya.

Kementerian Koordinator Pangan berambisi agar lebih banyak perusahaan terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan di Kalimantan Tengah dibandingkan dengan yang terjadi di Kalimantan Selatan. Sebelumnya, sekitar 300 perusahaan sudah dilibatkan dalam pemadaman karhutla di Kalimantan Selatan dan angka ini akan diperluas menjadi hampir 500 perusahaan di Kalimantan Tengah.

“Metodologi kerja sama badan usaha dengan pemerintah kita. Hari ini kita telah koordinasi dengan seluruh unsur unit usaha, pemegang konsesi, terutama dari sektor perkebunan dan sektor kehutanan yang memang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan,” lanjut Hanif. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran yang sering terjadi terutama menjelang musim kemarau.

Dukungan dari dunia usaha, khususnya yang beroperasi di sektor sumber daya alam, dianggap vital untuk menciptakan sinergi yang lebih baik dalam penanggulangan karhutla. Jika perusahaan-perusahaan tersebut bergerak maju dengan memberikan bantuan baik dari segi dana maupun keahlian, maka diharapkan dampak dari kebakaran dapat diminimalisir.

Hal ini pun menjadi tanggung jawab bersama, karena kebakaran yang terjadi tidak hanya memengaruhi lingkungan secara langsung, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat dan perekonomian. Untuk itu, partisipasi aktif dari sektor swasta sangat diharapkan demi menangani masalah yang telah menjadi permasalahan tahunan ini.

Dengan harapan kemitraan ini dapat menjangkau lebih banyak pihak, Hanif menekankan kekuatan solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam menangani isu karhutla yang sudah mengganggu keseimbangan ekosistem di Kalimantan. Melalui upaya kolektif, diharapkan permasalahan ini dapat teratasi dan inisiatif pemerintah dan dunia usaha dapat bersinergi untuk menyelamatkan lingkungan.

Sumber berita ini diambil dari pernyataan Hanif dalam konteks upaya penanggulangan kebakaran di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with