Mendorong Inovasi Melalui Kolaborasi Pengembangan Talenta Keuangan Syariah

Jakarta – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus mengintensifkan kerjasama dengan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) dan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS) guna memperkuat pengembangan talenta di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini menjadi fokus dalam rapat Program Pengembangan Talenta Ekonomi dan Keuangan Syariah Terintegrasi yang berlangsung di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10).

Dalam keterangan yang dirilis KNEKS pada Kamis (8/10), program ini dirancang untuk menyelaraskan pengembangan talenta dalam ekonomi dan keuangan syariah, tidak hanya dari perspektif kompetensi akademis, tetapi juga mencakup keterampilan praktis, pengalaman lapangan, kepemimpinan, dan kapabilitas untuk berkolaborasi. “Ini adalah langkah penting untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh sektor ekonomi syariah,” tegas lembaga tersebut.

Prof. Dr. Aurik Gustomo, yang menjabat sebagai Ketua AFEBI dan Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen di Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam penelitian dan kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi di bidang ini. “Kami perlu terus menerus memadukan teori dan praktik agar lulusan kami relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

KNEKS juga menggarisbawahi perlunya memperkuat branding talenta lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal oleh industri. Organisasi ini melakukan sejumlah kajian bersama berbagai asosiasi, termasuk Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), yang menunjukkan bahwa pemahaman industri mengenai kompetensi dan profil lulusan ekonomi syariah masih perlu ditingkatkan.

Dari pernyataan Prof. Gustomo, jelas bahwa sinergi antara perguruan tinggi, praktisi, asosiasi, instansi pemerintah, dan industri menjadi sangat vital. “Kita perlu memetakan kebutuhan sumber daya manusia dan memperjelas kompetensi lulusan agar sesuai dengan tuntutan dunia kerja,” tegasnya, dengan menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan akan menciptakan ekosistem yang lebih baik untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Dari perspektif yang lebih luas, upaya ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas talenta yang ada, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi syariah itu sendiri. Dengan meningkatkan kolaborasi dan pemahaman antara dunia akademis dan industri, diharapkan para lulusan bisa lebih siap menghadapi tantangan di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Dengan berbagai langkah strategis ini, KNEKS dan afiliasinya berharap dapat menghasilkan tenaga profesional yang tidak hanya terampil secara akademis tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dibutuhkan dalam industri, sehingga dapat berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian syariah Indonesia ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with